Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Wednesday, June 24, 2009

I custodi del Mito (Penjaga Mitos)


Bagi pecinta Ferrari, Maranello dapat dikatakan sebagai kota suci yang patut diziarahi setidaknya sekali seumur hidup. Di kota inilah Enzo Ferrari, menciptakan mobil dan mesin yang kini menjadi legenda karena kehebatannya. Karena itu pula Maranello kemudian dikatakan sebagai Citta Della Ferrari atau the city of Ferrari.

Sebagai kota Ferrari, maka yang menjadi daya tarik di kota ini adalah segala sesuatu yang berbau Ferrari. Inilah yang kota Maranello jual. Tak heran jika Anda melihat leaflet wisata kota Maranello, maka tujuan wisata yang tertulis di dana adalah Il Monumento a Enzo Ferrari, atau monument to Enzo Ferrari, Monumen Kuda Jingkrak, Gedung perkantoran Ferrari, La Galleria Del Vento (terowongan angin Ferrari), hingga auditorium Enzo Ferrari.


Nah, ada satu gedung lagi yang dibuat untuk menjaga mitos kehebatan Ferrari di Maranello. Gedung itu dinamakan La Galleria Ferrari, I custodi del Mito, atau penjaga mitos Ferrari. Galleria Ferrari adalah museum Ferrari yang didirikan tahun 1990. Di gedung berlantai dua lantai inilah, perjalanan hidup Ferrari dilukiskan dengan deretan memorabilia Ferrari mulai dari beragam mobil balap yang pernah dipakai oleh para pembalap ternama Ferrari seperti Gilles Villenuve, Froilan Gonzales, Rubens Barrichello, Michael Shumacher, hingga Kimi Raikkonen. Hingga beragam informasi sejarah terpapar dengan rapih di dinding museum, termasuk piala-piala yang pernah diraih Ferrari

Lantai atas Galleria Ferrari didedikasikan untuk pencapaian Ferrari. Di sini kita bisa melihat model-model eksperimental macam 550 Barchetta Pininfarina, dan F50, mobil-mobil F1 masa lalu beserta mesinnya, transmisi F1, dan pencapaian teknologi lainnya yang dipaparkan sesuai dengan urutan waktu. Daya tarik lainnya di Galleria Ferrari adalah amphitheater, di mana berada dua buah F1 driving simulators.

Selepas lelah menyusuri lorong waktu sejarah Ferrari, maka Anda dapat melepas dahaga di sebuah café yang berada di dalam Galleria dan membeli souvenir khas Ferrari mulai dari gantungan kunci, baju hingga die cast. Namun, untuk masuk kesana Anda harus merogoh kocek sebesar €12 untuk dewasa, anak-anak 6-10 tahun €8. Jumlah ini sepadan dengan pengalaman yang Anda akan bawa pulang ke Tanah Air.


Galleria Ferrari: Via Dino Ferrari, 43 I-41053 Maranello.





Monday, March 30, 2009

Salju Abadi Titlis


Engelberg adalah kota dari distrik Obwalden di Swiss. Kota ini terkenal karena resort pegunungannya. Di abad pertengahan, Engelberg juga dikenal akan pencapaiannya dalam ilmu pengetahuan dari Benedictine monastery. Sekolah ini bahkan amat terkenal di Eropa tengah. Barulah di abad ke 19, Engelberg menjadi lokasi resort dan spa. Kini kota itu banyak dikunjungi oleh para pecinta olahraga ski. Dengan kombinasi fasilitas sport modern, dan lokasinya di jajaran pegunungan Alpen, Engelberg menjadi magnet turis dari manca negara. Luzern/Lucerne adalah kota terdekat dari Engelberg.

Tak sukar untuk mencapai Engelberg. Tersedia bus yang berangkat dari Lucerne setiap hari pukul 11.15 am menuju Engelberg. Atau Anda dapat mengubungi jasa tour untuk mengantarkan Anda kesana. Kebanyakan pelancong yang menuju ke Swiss adalah rombongan tour. Jadi biasanya lokasi tujuannya akan sama dengan perjalanan yang kami lakukan. Karenanya pastikan tour Anda mencantumkan pilihan lokasi wisata Gunung Titlis dalam daftar kunjungan.
Engelberg berada di ketinggian 1020 meter. Untuk sampai ke Gunung titlis, kita harus menaiki cable car atau gondola. Ada tiga stages sebelum menjejakkan kaki di puncak Titlis. Pertama, rute Engelberg-Trübsee. Lama perjalanan (20 menit). Dari sini tersedia gondola untuk enam orang. Operasional gondola ini mulai pukul 8:30 pagi hingga 5.15 pm. Anda ingat gondola Ancol? Seperti itulah modelnya, namun perjalanan lebih menegangkan sekaligus mengagumkan karena kita seolah berjalan vertikal mendaki ke puncak gunung.


Stage kedua adalah Trübsee-Stand. Di stasiun Trübsee, Anda harus mengganti cable car dengan gondola yang mampu memuat hingga 80 orang. Perjalanan ini memakan waktu kira-kira 20 menit. Ingat, jam operasionalnya mulai 8:50 pagi hingga 5 sore. Stage ketiga adalah Stand-Titlis. Di rute ketiga ini Anda harus berpindah ke Rotair, gondola berputar pertama di dunia. Hebatnya di gondola ini kami mendapati instruksi dalam bahasa Indonesia. Tak keran, menurut seorang petugas di sana, mayoritas turis yang datang adalah orang Indonesia. Wah, hebat bukan?


Sesampai di puncak, udara semakin menipis, dan kadang kala pusing mendera. Namun, bukan alasan untuk tidak bersenang-senang di atas salju. Di sinilah terbukti ucapan sang petugas, bahwa kebanyakan turis di sini adalah orang Indonesia. Rata-rata mereka adalah sales asuransi.

Ada banyak pilihan hiburan di Titlis. Jika Anda menyukai ski Anda dapat menyewa peralatannya di Engelberg. Masih awam? Tak usah khawatir karena terdapat banyak sekolah ski di Engelberg. Silakan hubungi alamat ini jika ingin belajar ski, info@skischule-engelberg.ch, atau swissrent.com untuk tahu tarif yang berlaku. Yang pasti apapun pilihan Anda, pasti menyajikan kesenangan dan kenangan yang tidak akan terlupakan.

Sunset Menggigil di Lucerne

Swiss adalah negara di Eropa Barat yang berpenduduk 7,5 juta jiwa. Negara ini berbatasan langsung dengan Jerman, Prancis, Italia dan negara kecil Liechtenstein. Berbatasan dengan banyak negara dengan kultur dan bahasa yang berbeda, membuat Swiss kaya dengan ragam budaya dan juga bahasa. Di Swiss Anda dapat menggunakan bahasa Jerman, Inggris, Prancis, Italia dan Romansh.

Selain budayanya, negara Swiss yang terletak di pegunungan Alpen memberi kontribusi pemandangan alam yang begitu indah. Tak heran jika Swiss kerap menjadi negara tujuan wisata utama di dunia. Selain itu berada di pegunungan Alpen membuat Swiss memiliki wilayah yang tertutupi salju abadi. Artinya para pelancong tentu bisa menghabiskan waktu ber-ski sepanjang tahun.

Swiss terbagi dalam 26 distrik. Kesemuanya menyajikan keindahan yang berbeda dan menarik untuk disambangi. Jika Anda berkesempatan ke Salah satunya adalah Luzern atau Lucerne. Lucerne yang terletak di pusat negara Swiss ini adalah kota yang memiliki populasi terpadat di Swiss. Mulanya, Lucerne adalah desa nelayan di tepi Danau Lucerne. Bermula dari komunitas kecil inilah hingga membentuk kota dengan segala kompleksitasnya. Karena posisinya ditepi danau dengan anak sungai yang mengisi danau itu. Kota ini memiliki beberapa jembatan tua dan kini menjadi objek wisata yang menarik.

Di antara jembatan-jembatan itu, yang paling terkenal dan menjadi favorit para pelancong adalah Chapel Bridge atau Kapellbrücke. Jembatan kayu sepanjang 204 m ini, dibangun tahun 1333 dan menjadi objek foto favorit para pelancong dari manca negara. Di tengah danau, terdapat menara air tua atau Wasserturm yang telah ada dari abad ke 13. Di dalam jembatan ini terdapat jajaran lukisan dari abad 17 yang mengisahkan sejarah kita Luzern. Menara air dan jembatan tua inilah yang menjadi landmark paling terkenal di kota Luzern.

Tak hanya Wasserturm dan Kapellbrücke, rumah dan bangunan tua di sekitarnya menambah pula keindahan suasana landmark kota Luzern ini. Siang itu, matahari seakan masih malu menunjukkan sosoknya. Pelukan angin dari kaki gunung Pilatus dan Rigi leluasa memeluk tubuh yang meskipun tertutup jaket, namun tak kuasa menghadirkan hangat menghalau dingin.

Meski terpeluk dingin, namun hiburan dari berpasang burung-burung dan angsa liar yang melenggak-lenggok bagai model terkenal di atas runway air danau yang dingin, tentulah amat sayang untuk dilewatkan. Frame demi frame foto terambil memenuhi memory card kamera saya. Tak terasa, hari semakin siang, dan saya kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan selanjutnya, monument bersejarah Löwendenkmal.

Monumen Löwendenkmal atau Lion monument adalah karya Bertel Thorvaldsen yang berlokasi di sebuat taman kecil di wilayah Lowenplatz. Monument Lion adalah pahatan berbentuk singa yang mati bersandar di dua buah perisai. Satu perisai berlambang Swiss dan satu lagi berlambang kekerajaan Prancis menjadi alasnya. Wajah singa itu begitu sedih dan terlihat tombak yang patah menghujam tubuhnya yang kekar.

Monumen ini untuk memperingati ratusan jiwa Swiss Guard (tentara bayaran) asal Swiss yang terbunuh tahun 1792 saat terjadinya revolusi Prancis akibat melindungi Istana Tuileries di Paris dari serbuan massa. Demi kehormatan dan kesetiaan, mereka tidak lari ataupun mundur. Dengan gagah berani para pengawal Swiss itu, bertempur hingga titik darah penghabisan. Ah, sebuah kisah yang menyedihkan, bahkan untuk dibayangkan. Kisah sedih itu tergambar sempurna di patung karya Bertel Thorvaldsen ini.

Tak terasa hari menjelang senja, langkah kaki kembali mengayun ke Kapellbrücke, karena kabarnya pemandangan saat sunset di sana begitu indah. Walaupun menjelang senja, embusan angin terasa semakin menusuk tulang. Namun keindahan senja begitu menggoda. Air ibarat cermin keemasan memantulkan cahaya senja. Wasserturm berubah menjadi warna berkeemasan. yang tenggelam di balik pegunungan. Burung-burung yang tampak saat siang hari mulai hilang seiring mentari tenggelam. Sungguh aneh rasanya melihat sunset dengan memakai sarung tangan dan jaket tebal. Bukankah sunset harusnya dinikmati dengan celana Bermuda, baju tipis dan embusan angin yang hangat? Ah, kenangan menerawang menembus ruang waktu sejenak keindahnya sunset pantai Kuta dan Losari yang tak tergantikan keindahannya.


Malam pun datang, lampu mulai dinyalakan. Kerlap-kerlipnya indah memantul di air danau yang kini menjadi hitam gelap. Suasana di sekitar landmark pun menjadi sangat romantis dengan jejeran kafe hingga pertokoan. Tak heran Luzern kerap menjadi tujuan wisata honeymoon kaum mampu dari Indonesia. Karena toko hanya buka hingga pukul 21:00, saya pun menyempatkan diri berbelanja di toko yang ada di sekitar menara air. Dan disinilah pengalaman unik terjadi. Seorang pengamen tampak menjajakan suaranya ditingkahi tepukan ringan anak kecil dan ibunya serta pasangan yang sedang berkecup mesra. Saat itu, saya ingat lagu yang dinyanyikannya adalah high and dry milik Radiohead.

Suara lelaki penjaja suara itu begitu merdu, sehingga saya dan seorang teman dari Indonesia juga berhenti sejenak sembari mengomentari suaranya yang indah. Disinilah kejutan terjadi. Saat kami hendak meninggalkan lokasi itu, tiba-tiba meluncurlah sebuah lagu yang benar-benar familiar di telinga saya dan mungkin puluhan juta telinga di Indonesia. “Tersenyum Diana padaku, manis manis manis…kubelai rambutnya yang hitam, sayang sayang sayang…” Yah, lagu itu milik Koes plus. Saya yakin Anda juga tahu lagu itu. Saya pun tertegun kagum memandangi pria itu. Sayang belum sempat saya berbincang dengannya, teman terburu menarik lengan saya mengingatkan agar segera kembali ke penginapan karena keesokan harinya kami masih harus menuju Engelberg sebelum ke Gunung Titlis (bersambung).

Untuk Orang yang Sangat Kaya

Pernahkah Anda mendengar pendapat bahwa uang dapat membeli segalanya? Kami yakin Anda pernah mendengarnya. Ya, memang uang bisa membeli apapun, termasuk mimpi untuk mengendarai mobil F1 sungguhan di sirkuit. Bagi Ferrari, impian ini bisa dibisniskan. Sebagai tim terbesar dengan deratan kisah sejarah yang mengesankan di F1, sudah tentu Ferrari memiliki jutaan tifosi fanatik. Di antaranya kalangan “crème de la crème” yang memimpikan mengendarai mobil F1 di track, layaknya seorang pembalap sungguhan. Namun, tentu tidak semua orang dapat menjadi pembalap. Dan untuk mengakomodir impian tersebut, Ferrari menjalankan sebuah program yang dinamakan F1 Clienti.

F1 Clienti adalah seksi spesial yang berada di bawah Corse Clienti (Customer Racing), dan menawarkan kolektor sekaligus pengemudi kesempatan untuk merasakan kesuksesan Ferrari di ajang F1, dengan mengendarai salah satu mobil balap F1 Ferrari. Bayangkan, Anda dapat memilih mengendarai mobil Niki Lauda, Alain Prost hingga Michael Schumacher.Tapi, tidak semua pemilik Ferrari dapat merasakannya. Anda harus benar-benar istimewa untuk dapat diundang menjadi bagian dari group elit ini. Karenanya kami merasa sangat terhormat diundang secara langsung ke Maranello Italia, untuk melihat bagaimana program F1 Clienti dipersiapkan.

Harga mobil F1 bekas ini sangat mahal. Contohnya adalah mobil Michael Schumacher (tahun 2003) dihargai 20 juta euro. “Yang termahal adalah mobil Schumacher. Jumlah kemenangan yang dibukukan bersama mobil tersebut turut juga menambah nilai jualnya,” papar Adalberto Cattabriga, Direktur Komersial dan Brand, Special sales, orang yang harus Anda hubungi jika ingin membeli mobil-mobil F1 Ferrari dalam program F1 Clienti. “Anda dapat memesan mobil F1 Ferrari yang mana saja, asalkan telah melewati jeda masa dua tahun,” imbuh Adalberto.

Event F1 Clienti adalah non kompetisi, tapi dijamin sensasinya sama. Eventnya sendiri dilaksanakan di sirkuit-sirkuit yang terkenal seperti, Spa, Nurburgring, Donington dan Magny Cours. Mobil Anda akan disokong oleh team mekanik dan engineer berdedikasi yang akan menjamin mobil F1 Anda berada dalam kondisi puncak. “Dan menariknya, tidak sulit menyetirnya,” papar Adalberto. “Hanya saja postur tubuh Anda jangan terlampau gemuk, karena akan sulit masuk ke dalam kokpit,” canda Adalberto. Jadi, jika Anda tertarik dengan program F1 Clienti ini, pikirkan berapa banyak uang yang harus Anda gelontorkan. Kesimpulannya, program ini hanya untuk mereka yang menganggap uang bukanlah masalah demi sensasi mengendarai mobil F1 Ferrari bersejarah di track.

Resto Favorit Schumacher

Enzo Ferrari memindahkan markas Ferrari dari Modena ke Maranello tahun 1943, dan sejak itu pula, Ferrari menjadi jiwa dari setiap raga setiap insan di Maranello. Ekspresi cinta terhadap Ferrari, diwujudkan warga Maranello dalam banyak hal. Mulai dari maraknya toko souvenir yang menjajakan barang memorabilia Ferrari, hingga restoran yang bernafaskan Ferrari. Dan salah satu restoran yang paling terkenal di sana adalah: Ristorante Montana.

Ristorante Montana telah berdiri sejak tahun 1967, dan dimiliki oleh seorang wanita bernama Rosella. Kini, Montana dikelola oleh anak Rosella yang merupakan generasi ketiga dari pemilik restoran ini. Jadi, tak usah ragukan rasa, dan kualitas makanannya. Lantas, mengapa restoran ini begitu terkenal? Sudah tentu karena makanannya yang lezat. Uniknya, tidak ada daftar menu di restoran ini. Di sini, pelayan di restoran ini akan mendatangi Anda, dan menawarkan makanan rekomendasi mereka hari itu. Tak usah ragu, karena semua makanan yang mereka tawarkan memilik rasa yang lezat.

Selain makanannya yang lezat, ada magnet lain di restoran ini. Magnet itu adalah keakraban antara Rosella dengan banyak pembalap F1 termasuk juara dunia F1 tujuh kali Michael Schumacher, dan tim Ferrari. Bukti keakraban itu terwujud dari beragam memorabilia Ferari dan pembalapnya yang terpampang di dinding restoran. Salah satunya adalah foto Schumi dan Rosella yang sedang memasak bersama. Foto ini menunjukkan rasa kasih sayang luar biasa Schumi terhadap Rosella. Sebagai bukti cinta Schumi kepada Rosella, dia pernah mendedikasikan kemenangannya di atas track untuk Rosella, setelah ibu kandungnya meninggal. Rosella pun membalas cinta Schumi dengan memasak makanan yang lezat setiap Schumi bertandang ke Maranello, atau sedang berada di Sirkuit Fiorano.

Karena penasaran, saya pun bertanya, apa makanan favorit Schumi? Sang mama berkata Tagliatelle Ragu. Tagliatelle adalah pasta klasik Italia yang biasanya berbentuk fettucini. Sedangkan ragù adalah bahasa Italia untuk menggambarkan saus berbasis daging. Saus inilah yang disajikan di atas tagliatelle itu. Bersama Matteo Bonciani, direktur komunikasi Ferrari Asia Pasifik yang saat itu bertindak sebagai alih bahasa, mama mengajak Autocar untuk melihat proses pembuatan sekaligus mencoba makanan favorit sang legenda.

Ternyata cara pembuatannya pun sederhana saja. Pertama-tama, tagliatelle direbus hingga matang. Selanjutnya, dibuat saus dagingnya lengkap dengan bumbu rahasia dari mama. Tagliatelle juga kembali dipanaskan di atas wajan dengan campuran bumbu rahasia. Setelah pasta tersebut menguning, kemudian ditaruh di atas piring dan di atasnya ditaruh saus dagingnya. Dan jadilah Tagliatelle ragu. Jadi, jika Anda sempat bertandang ke Maranello Italia, jangan lupa bertandang ke restoran yang berlokasi di Via XX Settembre, 3 - 41040 Spezzano di Fiorano. Tapi jangan datang hari Sabtu dan Minggu siang, karena restoran ini sedang tutup.