Sunday, August 22, 2010

Mudik Nyaman dan Aman

Mudik telah menjadi ritual yang lekat di diri orang Indonesia. Tradisi tahunan ini terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri atau libur Natal. Bagi para perantau, mudik adalah wajib hukumnya, dan lebih dari itu merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi, berbagi kesenangan bersama kerabat dan keluarga, setelah sekian lama jauh dan tenggelam dalam hiruk-pikuknya kota metropolitan.

Ada banyak cara menuju kampung halaman, dan salah satunya adalah menempuh jalur darat memakai kendaraan pribadi (mobil). Bagi mereka yang memilih untuk membawa mobil, diperlukan kesigapan untuk mempersiapkan mental dan fisik, kendaraan, memilih jalur, memperkaya diri dengan beragam informasi mengenai rute, lokasi ATM sepanjang perjalanan, nomor-nomor penting (polisi), dan layanan kesehatan (rumah sakit), dari jauh hari.

Selain itu, keselamatan berkendara juga harus menjadi poin penting ketika mudik. Maklum, Anda tidak bermobil sendirian bukan? Ada keluarga ikut di dalam mobil, dan handai taulan yang menanti di tempat tujuan. Lelah dan lengah bisa menjadi “jalan tol” menuju maut. Kita tentu tidak ingin itu terjadi, karenanya siap, sigap, dan selamat adalah tiga poin penting yang harus Anda lakukan. Sedangkan tugas kami adalah membagi beragam informasi untuk membuat Anda siap, sigap, dan selamat sepanjang mudik hingga sampai ke tujuan.


PRE TRIP INSPECTION
Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya cek kesiapan kendaraan Anda. Tujuannya, agar perjalanan lancar dan terhindar dari masalah teknis. Mengingat pentingnya ritual ini, pelaksanaan pre-trip inspection harus dilaksanakan secara sistematis, sehingga pengemudi tidak akan melewatkan pengecekan bagian penting pada sebuah mobil.

Idealnya, aktivitas ini dilakukan setiap pagi sebelum Anda menghidupkan kendaraan. Sistematikanya mudah saja. Menurut JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting), Anda cukup mengingat kata BALOK yang merupakan akronim dari kata ban (pengecekan ban) atau bodi kendaraan, air (radiator, aki, wiper) listrik (lampu, klakson) dan kertas (dokumen) seperti SIM, STNK, dan KTP.

PERIKSA BODI MOBIL

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik kendaraan. Perhatikan dengan seksama setiap lekuk bodi dan fisik bodi. Tengok apakah ada kelainan fisik di mobil Anda seperti mika lampu yang buram/retak, lecet di badan mobil, atau kondisi bumper depan dan belakang.

PERIKSA BAN
Ban adalah salah satu piranti terpenting di mobil Anda. Sayangnya, tidak semua orang menyempatkan untuk melakukan pengecekan tekanan, dan kondisi fisik ban (keausan) sebelum melakukan perjalanan. Alpanya pengecekan ban dapat berujung pada maut.

Menurut GT Radial, manufaktur ban lokal berkualitas, faktor yang memengaruhi keausan ban adalah tekanan angin yang tidak semestinya, beban, kecepatan, tikungan, pengereman, permukaan jalan, suhu sekitar ban dan suhu ban.

Periksa tekanan ban sesuai rekomendari pabrik pembuat mobil. Ingat, pengguna sering salah kaprah dengan menggunakan patokan tekanan angin ban maksimal seperti yang tertera di dinding ban. Jangan lupa bahwa tekanan angin bervariasi sesuai temperatur udara 1-2 psi setiap 10 derajat. Karenanya, biasakan mengecek tenganan angin. Selain itu, lakukan rotasi ban setiap 10.000 km.

AIR (radiator, aki dan wiper)
Air adalah elemen penting bagi mobil kita. Air dibutuhkan untuk mendinginkan mesin mobil (radiator), air aki penting untuk memastikan aki berfungsi maksimal, dan air wiper untuk membantu membersihkan kaca depan, dan belakang dari debu serta kotoran.

LISTRIK
Nyalakan lampu satu persatu, mulai dari lampu besar, fungsi lampu jauh, sein, hazard hingga lampu kabut. Jika mobil Anda memiliki pengatur ketinggian lampu, aturlah hingga lampu tersebut mampu menyinari jalan dengan sempurna. Bunyikan pula klakson untuk memastikan alat ini berfungsi sempurna.

OLI (mesin, power steering, rem, transmisi otomatis)

Cek ketinggian oli mesin ketika mesin dalam keadaan diam. Tarik dipstick dan lihat ketinggiannya. Oli harus berada di posisi F, atau berada di gatis atas. Untuk oli power steering, pastikan posisi oli berada di posisi maksimum (indikator tertera di dinding wadah oli power steering). Lakukan langkah yang sama untuk pengecekan oli rem dan transmisi.

KARET/KABEL (fan belt, selang-selang), KERTAS (SIM, STNK, KTP)
Periksa fan belt dari kemungkinan aus, getas, dan kurang lentur. Biasanya, bengkel resmi selalu memeriksa kondisi fan belt setiap 5.000 km (servis berkala). Ganti fan belt apabila kondisinya sudah tipis, retak, dan tidak lentur. Setelah itu, cek dokumen Anda. Pastikan SIM, STNK, dan KTP selalu Anda bawa. Pun halnya dengan kartu asuransi dan ATM.

CERMATI KONDISI BAN DAN IDENTITASNYA

Contoh tertulis pada dinding ban: 195/65 R15 91H, artinya:

195: Lebar tapak ban dengan satuan mm yang diujur dari antas sisitnerluar dinding ban.
65: Aspect ratio/tinggi dinding ban adalah 65% dari lebar tapak (195X0,65=126,75 mm).
R: Radial (konstruksi ban radial atau ban dengan kawat baja melingkar dan melintang).
91: Angka Load Index (91= 615 kg).
H: Speed symbol (top speed) dari ban (H= 210 km/jam).
LI: (Load Index) adalah kemampuan ban menahan bobot kendaraan dan berguna untuk menentukan besarnya tekanan angin ideal. Sedangkan SS (Speed Symbol) adalah kinerja ban hingga kecepatan tertentu. Artinya, ban akan meletus jika dipakai dalam waktu lebih dari satu jam, di atas batas kecepatan maksimalnya.

PERIKSA TRANSMISI ANDA

1.Untuk memeriksa kondisi transmisi otomatis, posisikan tuas pada Park (P), hidupkan mesin, dan cabut dipstick (tangkai pengukur oli) di blok transmisi. Perhatikan warna olinya, warna merah tipis saat oli masih baru, merah muda tandanya oli teroksidasi logam, dan kuning pucat yang berarti oli sudah harus diganti.
2.Transmisi akan berbunyi gaduh saat pelumasnya berkurang. Segera tambahkan dan jalankan mobil perlahan. Jika suara yang menganggu hilang, berarti problemnya adalah kebocoran. Perhatikan saat menuang oli, jika langsung terjadi kebocoran (big leak), maka telah terjadi kerusakan pada seal, gasket, dan o-ring.
3.Masalah yang sering dialami transmisi manual yaitu menipisnya pelat kopling. Cara mengujinya, injak pedal kopling dan masukan ke gear tiga atau empat. Lepas pedal kopling perlahan. Jika mobil langsung berhenti atau mesin mati tanpa jeda, maka pelat kopling dalam kondisi prima. Sebaliknya, jika mobil bergerak ‘ragu-ragu’ bahkan maju, maka pelat kopling telah menipis.

SIAPKAN PERKAKAS
Selain mempersiapkan diri dan kendaraan, Anda juga perlu mempersiapkan perkakas (tools) ketika hendak melaksanakan perjalanan jauh (mudik). Kesiapan ini amatlah penting untuk mengantisipasi kejadian darurat yang harus Anda kerjakan sendiri seperti mengganti ban, mengganti lampu, hingga perbaikan ringan lainnya. Namun, tidak berarti Anda harus memboyong seluruh kunci-kunci yang Anda punyai ke dalam mobil. Selain menyita tempat, juga tidak praktis karena tidak semua kunci-kunci tersebut diperlukan. Nah, kunci apa saja yang Anda butuhkan? Berikut ulasannya.

1.Kunci pas ukuran 8-9-10-11-12-14-16-17-19. Kunci berukuran kecil berguna untuk merapikan komponen mekanik ringan (engsel pintu, door trim, dan batang wiper). Ukuran besar berguna untuk kaki-kaki dan roda.
2.Obeng plus danj minus berukuran sedang.
3.Dongkrak yang memiliki payload 1-2 ton, dan kunci roda.
4.Senter dan lampu kerja yang terhubung dengan aki.
5.Bawa pula penetran yang berguna melumasi baut yang sudah dibuka. Oli mesin untuk menambah oli jika terjadi kebocoran. Minyak rem, cairan pencuci kaca, dan kompon.
6.Bawa bohlam cadangan untuk lampu depan, sein dan rem. Sertakan pula sekring dan relay.
7.Kawat besi untuk mengikat komponen mobil dalam kondisi darurat.
8.Alat pengukur tekanan ban.
9.Bawa toolbox standar yang ada di mobil Anda. Tambahkan pula pisau cutter kecil.
10.Kabel jumper. Jika aki mobil Anda drop, mintalah bantuan orang lain untuk melakukan jumper arus.
11.Tambang. Jika mobil Anda mogok alat ini dapat digunakan sebagai alat untuk menarik mobil ke bengkel/tempat aman terdekat.

MENGEMAS BARANG
1.Sesuaikan jumlah barang yang Anda bawa dengan lamanya Anda tinggal di tujuan, dan kapasitas bagasi mobil Anda.
2.Pilihlah tas yang tidak memakan tempat dan mudah dibawa.
3.Susun tas berdasarkan prioritas. Taruh tas berisi perlengkapan sepanjang perjalanan di atas, tas pakaian yang akan Anda pakai di kampung halaman.
4.Jangan tumpuk barang hingga mengganggu pandangan ke belakang.
5.Gunakan cargo net agar barang tidak terlempar.
6.Jika Anda memakai roof rack, jangan menumpuk barang bawaan sehingga mengganggu stabilitas.

BEPERGIAN BERSAMA BALITA DAN LANSIA
1.Bila Anda melakukan perjalanan jauh bersama balita, siapkan perlengkapan yang membuat mereka 'betah duduk', seperti sejumlah mainan. Dengan cara ini, setidaknya meningkatkan faktor safety bagi si anak, dan menjaga konsentrasi Anda sebagai pengemudi.
2.Posisi duduk anak sebaiknya berada di baris kedua, agar saat terjadi pengereman mendadak tidak membentur bagian keras, seperti dashboard ataupun lingkar kemudi. Jangan sekali-kali memangku anak saat mengemudi, selain memecah konsetrasi, gerakan tangan si kecil sulit untuk diprediksi.
3.Jika kebetulan Anda mengajak lansia, pastikan mereka duduk dengan nyaman. Atur posisi kursi, head rest, dan bantal tambahan agar ergonomis. Daya tahan tubuh lansia sudah menurun, jadi sangat penting untuk menjaga kenyamanan mereka.

Sikap Mengemudi Saat Terjebak Kemacetan
Satu hal yang tak bisa dihindari saat mudik dan arus balik, yaitu kemacetan panjang. Saat berada di kemacetan, perilaku pengemudi yang tidak beretika, malah menambah kesemerawutan. Apa yang harus dilakukan saat terjebak kemacetan?
1.Bagi pengemudi mobil bertransmisi otomatis, tekanlah pedal akselerator sehalus mungkin. Sebenarnya, untuk mobil dengan transmisi otomatis, saat gear di posisi 'D', mobil sudah bisa jalan dengan sendirinya. Menekan pedal akselerator berlebih berpotensi memboroskan bahan bakar.
2.Jika harus berhenti di kemacetan, masukkan tuas perseneling ke 'N'. Gunanya, selain dapat menghemat bahan bakar, kita juga mengurangi keausan kampas rem dan cakram.
3.Jangan terlalu sering memainkan pedal rem, karena justru akan menyilaukan pengemudi dibelakang Anda.
4.Saat menekan rem, jangan dilakukan secara mendadak. Sebuah penelitian menunjukan bahwa pengemudi di belakang Anda otomatis akan merespon secara mendadak pula, dan meningkatkan tekanan jantung si pengemudi.
5.Ketika ingin berpindah jalur saat macet, selain menyalakan sein, sebaiknya sambil melambaikan tangan atau acungan jempol. Sesuai adat ketimuran, cara ini dianggap lebih santun.

Test Drive Chevrolet Spark

Spark telah lama hilang dari pasar city car di Indonesia. Ketiadaan Spark tentunya membuat Suzuki, Kia, dan Hyundai melenggang dengan tenang tanpa tambahan pesaing lagi. Namun, ketenangan itu akan segera hilang ketika new Spark melenggang di jalanan.

Spark terbaru adalah mobil yang benar-benar berbeda dari pendahulunya. Spark generasi terbaru ini adalah pilihan para konsumen. Mengapa demikian, sebelum Chevrolet meluncurkan Spark di pasaran, mereka terlebih dahulu melemparkan tiga jenis konsep ke masyarakat. Salah satu dari mobil konsep itu dinamakan Beat (cikal bakal Spark). Respon yang mereka terima luar biasa. Beat begitu diminati dan diminta untuk diproduksi. GM merespon dan jadilah Spark.

GM melakukan revolusi besar pada desain, kenyamanan, dan faktor keselamatannya. Ini terbukti dari dipasangnya mesin 4-silinder, 1.206 cc, DOHC, 16 valve. Mesin ini bertenaga 81 hp dengan torsi 111 Nm. Performanya cukup baik karena mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 12,1 detik, dengan kecepatan tertinggi 165 km/jam.

Tidak itu saja, Spark juga telah dibekali dengan hasil uji tabrak setara dengan empat bintang EuroNcap. Selain itu, interiornya pun dibuat luar biasa. Perubahan interior Spark cukup revolusioner dibandingkan model sebelumnya. Kabinnya kini bergaya futuristik dan sporty. Mampu memuat lima penumpang dewasa. Fitur paling menonjol adalah panel instrumen kombinasi speedometer manual dengan tachometer digital dengan cahaya biru.

Jangan pernah remehkan kepraktisannya. Meskipun dimensinya tak terlalu besar, namun desain cerdas membuat city car ini mampu memaksimalkan ruang yang ada. Kapasitas bagasinya mencapai 170 liter dan bila jok belakang terlipat melonjak menjadi 568 liter. Aplikasi tombol AC, radio yang menjadi satu di tengah sangat memudahkan pengemudi.



Posisi mengemudi Spark cukup pas bagi rata-rata pria dan wanita dewasa di Indonesia. Sayangnya, perfroma mesinnya memberikan hasil yang beragam. Ketika kami pacu di jalur yang rata, Spark memang andal. Begitu dihadapkan pada jalanan menanjak, kami rasa mesinnya harus bekerja keras untuk menaklukkan jalur tersebut. Hasilnya kita harus mengatur momentum dan putaran mesin jika ingin menyalip kendaraan lain. Anda juga harus pintar-pintar memilih gear yang sesuai. Sisi positifnya, transmisi Spark ringan dan akurat.

Rem Spark cukup pakem karena telah menggunakan cakram berventilasi di depan dan rem teromol di belakang. Bagi mobil bermesin depan, di mana tenaga dan bobot lebih dominan mengalir ke depan, maka konfigurasi rem semacam ini sudah cukup baik.

Kelemahan lain yang kami rasakan adalah peredaman suspensi Spark yang terasa keras. Utamanya saat menghadapi lubang. Suspensinya terasa lebih baik saat menghadapi jalanan yang halus. Beruntung putaran lingkar kemudinya akurat dan mantap (tidak rerlalu ringan), sehingga Anda bisa dengan sigap menghindari lubang.

Spark baru dijual dalam satu pilihan transmisi saja yakni manual 5-speed. Ini jelas cukup mengecewakan, karena rivalnya macam Kia Picanto dan Hyundai i20 sudah dilengkapi dengan pilihan transmisi otomatis. Apalagi banderol harganya terpaut tipis: Spark dijual Rp 139 juta, Kia Picanto bertransmisi otomatis dijual Rp 131,5 juta dan Hyundai i10 dijual Rp 147,4 juta.

Untunglah konsumsi bahan bakar yang diklaim Chevy cukup baik, yakni 19,15 km/liter. Bahkan, saat para jurnalis mengujinya di Bali, konsumsi BBMnya mencapai 25 km/liter. Pun demikian, faktor pengemudi juga sangat berpengaruh untuk mendapatkan angka konsumsi BBM yang baik.

SEKILAS DATA
Dimensi 3.640 x 1.597 x 1.522 mm
Mesin Inline, 4-silinder, 1.206 cc
Tenaga 81 hp @ 6.400 rpm
Torsi 111 Nm @ 4.800 rpm

PENGUSIR JENUHNYA BERMUDIK

Mudik tentulah menyenangkan, apalagi jika dilakukan bersama keluarga. Terbayang kampung halaman yang asri, senyum ramah sanak keluarga, makanan nikmat penggugah selera, hingga kicauan burung dan udara segar yang langka kita rasakan. Tapi, romantika itu amatlah mudah sirna oleh rasa bosan dan jenuh sepanjang perjalanan. Utamanya bagi anak-anak kita. Apalagi fisik mereka belum kuat sehingga mudah lelah ketika dihadapkan dengan perjalanan. Hasilnya, bila rasa itu menjelang, anak-anak kita yang manis dapat saja berubah menjadi penebar terror melalui tangisan, dan rengekan mereka. Ketika ini terjadi, bujukan dan kudapan sudah pasti tidak akan meredakan tangisan mereka. Ujung-ujungnya, konsentrasi Anda mengemudi akan terganggu.

Tentunya ada banyak cara untuk menghindari scenario buruk itu terjadi. Salah satunya dengan mengaplikasi perangkat audio dan video (AVI) yang mampu menghadirkan keceriaan di dalam kabin mobil sepanjang perjalanan. Sayangnya, tidak semua manufaktur mobil menyediakan perangkat AVI terkini dengan fitur-fitur hiburan memadai.

Akhirnya, guna mencairkan kepenatan, perangkat AVI aftermarket dengan fitur terkini menjadi salah satu pilihan menarik bagi pemilik. Perangkat AVI tersebut tidak perlu mahal, yang penting memiliki fitur-fitur terkini. Alhasil, anak-anak dapat menikmati alunan musik kesukaan mereka, menonton film kartun hingga memainkan konsol game di dalam mobil.

SESUAIKAN DENGAN MOBIL ANDA

Sesuaikan jenis perangkat audio dengan mobil jenis Anda. Jika mobil Anda berjenis sedan, atau hatchback, sebaiknya memakai head unit indash 2 DIN yang memiliki kemampuan untuk memutar DVD, MP3, VCD, CD, dan MP4.

“Tidak usah memasang head rest monitor, karena kabin mobil yang kecil sehingga penumpang belakang masih dapat menikmati tampilan gambar di layar monitor indash,” papar Akang, instalatur ahli dari Dharma Audio, Mangga Dua.

“Meskipun tidak ada salahnya memasang head rest monitor di mobil sedan, pemakaian head rest monitor dan roof monitor akan lebih optimal jika Anda memakai mobil berjenis MPV atau SUV dengan konfigurasi tempat duduk yang banyak,” imbuh pria yang juga memiliki restoran seafood Kampoeng Nelayan, di bilangan Mangga Dua.



Akang, instalatur Audio dari Dharma Audio mengatakan, “Trend AVI amatlah cepat
berputar, apa yang menjadi trend saat ini dalam sekejap tergantikan dengan trend baru. Anda harus tahu untuk apa perangkat itu Anda beli. Apakah untuk modifikasi penuh, ataukah hanya untuk memberikan rasa nyaman sepanjang perjalanan. Mengingat trend yang cepat berputar, sebaiknya Anda tidak perlu membeli perangkat yang mahal. Anda dapat memilih head unit buatan China.”

“Head unit made in China telah banyak yang memiliki kualitas bagus. Tapi, Anda harus memilih yang harganya tidak terlalu murah. Prinsip ada harga, ada kualitas tentu masih berlaku. Apalagi untuk produk audio lansiran China,” imbuhnya.


PRODUK PILIHAN


Lalu, bagaimana memilih produk yang tepat untuk mobil kita? Untuk head unit indash, jangan pilih yang motorized. Lebih baik pilih fix panel. Kenapa? Karena sering macet. Utamanya merek China yang berharga murah. Sama seperti headrest monitor, pilih yang bergaransi seperti Rodek RD69 KI yang bisa memutar tv, DVD, USB, SD, iPod, Bluetooth, kamera mundur, touch screen, remote kemudi dan harganya ada di kisaran 2,8 juta saja.

Jika Anda fanatik dengan merek terkenal, pilihlah Pioneer AVH4250. Pun demikian, fiturnya tidak selengkap buatan China, namun tahan lama. Harganya juga cukup mahal, di kisaran Rp 6,7 jutaan.

Sementara untuk headrest monitor, secara umum terbagi dua. Pertama adalah headrest monitor yang dapat berfungsi sebagai player, dan kedua adalah yang tidak dapat berfungsi sebagai player.

Dari jenisnya, headrest monitor yang mampu memutar cakram padat tidak akan menyita perhatian Anda. Si kecil akan dengan leluasa memilih film kesukaan mereka dan menggantinya sendiri, tanpa harus melibatkan Anda. Hal yang berbeda jika Anda hanya mengaplikasi headrest monitor tanpa pemutar cakram.

“Anda dapat memilih Rodek RDU-70008D. Produk ini memiliki layar 7 inci, yang mampu memutar DVD, hingga file MP4. Produk buatan China ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih dan bergaransi 1 tahun. Instalasinya mudah, dan kualitasnya terjamin. Harganya hanya berada di kisaran Rp 3,5 jutaan,” jelas Akang.

Selain kedua jenis perangkat hiburan tersebut, Anda juga dapat memilih roof mount monitor. Sesuai namanya, monitor ini diletakkan di plafon mobil kita. Pilihannya pun beragam, mulai dari merek buatan China hingga Jepang. Pun demikian, apapun pilihan Anda,

Memaksimalkan hiburan yang Ada di kabin, Anda juga dapat menginstalasi konsol game ke dalam kabin mobil. Langkah ini kami jamin menjadi senjata pamungkas menghilangkan kejenuhan pada anak. Caranya pun mudah saja. Pertama pastikan Anda membawa mobil ke instalatur kepercayaan.

Kedua, pastikan Anda menebus sebuah inverter untuk mengubah arus DC menjadi AC. Ada banyak jenis inverter dijual di pasaran dengan pilihan watt yang dapat Anda pilih. Namun, jika konsol game telah terpasang, sebaiknya jangan biarkan Anak Anda bermain terlalu lama. Mengapa? Takutnya anak menjadi mual dan masalah Anda menjadi bertambah.


Perawatan:

1.Cakram padat harus dalam kondisi prima. Scratch dapat merusak optik DVD.
2.Jangan pilih cakram yang memiliki tempelan kertas. Jika panas, lem pada cakram akan lumer dan kertas akan tersangkut di dalam player.
3.Rawat klip player jika headrest monitor telah dilengkapi dengan player. Jangan biarkan si kecil bermain dengan tutup player itu.


Monday, August 17, 2009

Pembalap Masa Depan Indonesia


Rio Haryanto, mulai mengenal balapan di usia enam tahun. Saat itu, Sinyo Haryanto, sang ayah yang mantan juara nasional kart race 2001 mengajaknya mencoba menaiki gokart. Ternyata, benar kata pepatah, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Begitu pula Rio. Darah pembalap yang mengalir di tubuhnya membuatnnya jatuh cinta terhadap kendaraan kecil yang mampu berlari cepat ini (gokart-red).

Melihat minat yang tumbuh di dalam tubuh anaknya, Sinyo semakin “menenggelamkan” Rio untuk serius membalap. Ayahnya pun sering mengajaknya ‘tour Eropa’ untuk mengasah keahliannya. Langkah ini membawa perkembangan keahlian Rio. Tahun 2006 Rio menggondol gelar juara di ajang Asian Karting Open Championship-ROK Junior dengan nilai 127. Masih ditahun yang sama, Rio menjadi juara di Asian Karting Open Championship - Formula 125 Junior Open, dengan nilai 83.

Lompatan prestasi dan keahlian Rio membawanya ke ajang balap formula single seater. Tahun 2008 dia terjun ke ajang Asian Formula Renault Challenge, dan meraih posisi enam dengan nilai 160. Masih di tahun yang sama, putera Indah Peniwati ini, berlomba di ajang Formula Asia 2.0. Di perlombaan ini, dia berada di posisi tiga dengan nilai 121, yang didulang dari 13 balapan.

Setahun kemudian, Rio yang berusia 16 tahun, hijrah ke Formula BMW Pacific. Pengalamannya berlaga di ajang Formula Asia 2.0 dan Asian Formula Renault Challenge, membuatnya lebih matang. Kini, prestasi Rio semakin baik, namun belum sempurna. Sebagai langkah menyempurnakan keahlian balapan, mental dan teknik bertanding, Rio dilatih oleh Dennis van Rhee pelatih dan mekanik asal Belanda. Langkah ini mulai menuai hasil. Buktinya adalah podium ketiga dan pertama yang dipersembahkannya kepada Indonesia saat mengikuti balapan pembuka F1 yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, 5 April 2009.


Keberhasilan ini juga berkat perhatian yang ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia melalui Menegpora Adhyaksa Dault. “Perhatian, dan motivasi ditunjukkan oleh Menpora Adhyaksa Daud. Pak Menteri membantu “mencarikan” sponsor, papar Rio saat diwawancarai oleh Autosport Indonesia.

Peran sponsor sangatlah penting bagi perkembangan atlet olahraga bermotor Indonesia. Pasalnya, biaya untuk mengikuti kompetisi motor sport tidak murah. “Diperlukan dana sebesar 400.000 Euro (lebih dari Rp 5,9 miliar), untuk ikut ke formula BMW. Dana yang dikeluarkan ini tergantung tim yang kita inginkan,” jelas Rio. “Uang ini dibayarkan kepada tim Meritus (tim yang menaungi Rio), untuk satu musim yang terdiri dari 15 seri, dan sudah termasuk biaya teknis, mekanik, hingga perbaikan mobil jika terjadi kerusakan,” imbuhnya. “Saat ini yang menjadi sponsor adalah oli Top One, PT. Djarum, dan Kiki stationary,” lanjut penggemar Ayrton Senna dan Michael Schumacher.

Pun demikian, masalah dana disikapi secara professional oleh manajemen Rio. Bagi mereka, prestasi yang baik akan mendatangkan sponsor. Prestasi yang baik pula akan mempermudah impian anak 16 tahun ini untuk melangkah ke balapan yang lebih tinggi tingkatannya. “Setelah Formula BMW, saya akan mengikuti Formula 3 Euroseries, lalu GP2,” harap Rio. Dari jenjang karier yang disebutkannya, jelaslah bahwa Rio mengincar karier sebagai pembalap F1. “Itu impian saya,” aku pria yang kini bersekolah di Singapura.

“Mudah-mudahan bisa tercapai di 2014,” cetusnya. Tidak mudah untuk mencapai impian itu, karena selain masalah dana yang besar dibutuhkan pula konsistensi Rio untuk tampil dalam tiga besar di tiap balapan yang diikutinya, dan ini dimulai dari formula BMW Pacific. “Saya yakin mampu menyamai prestasi Zahir Ali (juara umum) di formula BMW,” kata Rio optimis. Saat ini Rio berada di posisi tiga klasemen pembalap di bawah Gary Thompson (Irlandia) dan Chris Wootton (Australia).

Impian Rio sebenarnya dapat segera terwujud, karena tim A1 Indonesia sudah menyatakan memantau perkembangan Rio. “Secara skill sudah ada, cuma kami sedang memantau perkembangan mentalnya. Pasalnya kompetisi A1 sangat ketat. Dia harus mengasah bakatnya untuk menemukan karakter dirinya sebagai seorang pembalap,” papar Indra Hendradi, PR and Promotion Manager A1 Team Indonesia.

Jalan menuju pentas balapan internasional yang lebih tinggi telah terbuka lebar. Selanjutnya, sebelum naik kelas (melanjutkan kariernya), Rio harus keluar sebagai juara di Formula BMW, atau setidaknya berada di tiga besar.

Fitra Eri Mendominasi Balap ATC-Max

Pembalap asal tim Toyota Top 1 Garda Oto, Fitra Eri mendominasi putaran pertama balap Asian Touring Car-Max di Sirkuit Sentul, Minggu 16 Agustus 2009. Start dari grid pertama, setelah mencatat waktu tercepat pada sesi kualifikasi dengan catatan waktu 1:51,169, Fitra melesat meninggalkan lawan-lawannya. Dari lap ke lap, Fitra semakin jauh meninggalkan pembalap lain.

Persaingan seru justru terjadi antara Syafiq Ali dan Roy Haryanto, yang berebut posisi dua di belakang Fitra. Roy yang start tepat di belakang Syafiq, menyalip pembalap asal Malaysia tersebut dua lap kemudian. Syafiq sempat merebut kembali posisinya di lap 4 namun dua tikungan kemudian Roy kembali menyalip Syafiq.


Selama balapan tersebut, Syafiq lebih cepat di tikungan sementara mobil Roy unggul di trek lurus. Posisi itu terus bertahan hingga menjelang finis. Di tikungan terakhir lap ke 15, Syafiq kembali mencoba melewati Roy, dan berhasil. Sementara Fitra sudah masuk finis 15 detik di depan Syafiq.

“Sebetulnya saya mengharapkan pertarungan yang ketat. Sebab, catatan waktu semua pembalap saat kualifikasi kemarin cukup rapat,” ujar Fitra Eri.
Menurut Fitra, faktor persiapan yang cukup menjadi penentu kemenangannya itu. “Tim kami sudah melakukan persiapan sejak bulan Feruari. Kami melakukan sejak jauh-jauh hari karena event ini adalah event internasional pertama bagi tim kami.” Mengomentari pertarungannya dengan Syafiq Ali, Roy mengaku cukup menikmati balapannya kali ini.

Menurut Roy, antara Syafiq dan dirinya saling memiliki keuntungan. “Spesifikasi mobil kami berbeda, masing-masing kami punya keunggulan,” ujar Roy. Dalam balapan ini Roy menggunakan Honda Jazz sementara Syafiq menunggang Proton Neo.

Satrio Kesulitan di Silverstone

Satrio Hermanto, pembalap A1 Team Indonesia yang turun di F3 Inggris, membukukan hasil yang tidak menggembirakan saat berlaga di Sirkuit Silverstone, Inggris 16 Agustus silam. Rupanya, bekal persiapan fisik dan pengenalan terhadap sirkuit, tidak cukup untuk memperbaiki posisi yang diraihnya pada kualifikasi kemarin. Setelah menjalani balapan selama 23 lap pada balapan pertama, Satrio akhirnya finish di posisi ke-21 atau ke-5 untuk kelas National yang diikutinya setelah start dari posisi ke-20.

Sementara itu, di balapan kedua yang juga berlangsung selama 23 lap, Iyo (sapaan akrab Satrio) juga tidak mampu memperbaiki posisinya. Dia hanya finish di posisi 21. "Sepanjang balapan saya mencoba untuk menempel lawan, dan meningkatkan irama balapan, namun tampaknya saya masih butuh waktu untuk mempelajari karakter mobil ini," paparnya. "Sepertinya saya sudah memacu hingga batas maksimal kemampuan yang chassis ini bisa berikan, tapi rasanya sulit sekali mendekati pembalap yang menggunakan chasis Dallara, saya harus menemukan settingan yang ideal untuk menyempitkan jarak dengan mereka," komentar Satrio di akhir balapan.



Prestasi Iyo di kejuaraan F3 Inggris ini dapat dimaklumi, pasalnya tingkat kompetisinya yang tinggi. Pun demikian, jika berhasil merajai kompetisi ini,langkah menuju balapan F1 terbuka lebar. Ini sudah dibuktikan oleh pembalap Spanyol Jaime Alguersuari yang baru saya melakukan debutnya di GP Hungaria bersama tim F1 Scuderia Toro Rosso. Jaime adalah juara F3 Inggris tahun 2008. Kejuaraan ini memiliki dua kelas yang dilombakan secara bersamaan, yaitu kelas International, dan kelas National. Kelas International menggunakan chassis keluaran terbaru, sementara kelas National menggunakan chassis keluaran yang lebih lama.

Wednesday, June 24, 2009

Mampukah Touran Berjaya?


Pada suatu ketika, ada sebuah surat elektronik masuk ke forum diskusi group Autocar Indonesia di facebook. Surat elektronik itu menanyakan perihal VW Touran yang baru diluncurkan di Indonesia 29 Juni 2009, dan merupakan Volkswagen pertama yang dirakit di Indonesia. Andhika, begitu nama pengirim surat elektronik itu. Dia bertanya: “Baru-baru ini, VW merilis Touran 1.4 TSI yang merupakan mobil CKD pertama mereka di Indonesia. Dengan harga Rp 395 juta, apakah MPV ini layak dibeli atau tidak?

Pertanyaan Andhika cukup menarik untuk dibahas. Pasalnya, dia mewakili suara konsumen yang ingin tahu seperti apa Touran CKD. Singkat cerita, saya sudah berada di depan Touran 1.4 TSI lansiran PT Garuda Mataram Motor, ATPM VW di Indonesia. Baiklah, sebelum sampai pada kesimpulan layak dibeli atau tidak, kami akan menjelaskan beberapa hal penting berkaitan dengan Touran, tentu setelah mengujinya.

Pertama adalah kelebihannya. Kelebihan Touran ada pada mesin 1,4 liter TSI (twincharged stratified injection) bertenaga 140 hp pada 5.600 rpm, dengan torsi 220 Nm pada 1.500 rpm. Mesin ini memenangkan international engine of the year 2006, sebuah event tahunan yang diadakan oleh jurnalis otomotif dari seluruh dunia. Keistimewaan mesin ini ada pada fusi turbocharger, dan supercharger (twin turbo). Supercharger yang ditenagai secara mekanis oleh tali-atau rantai penarik dari crankshaft mesin. Tugasnya adalah memompa udara ke silinder mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Udara yang membawa oksigen akan membuat mesin membakar bahan bakar lebih sempurna, sehingga lebih bertenaga.

Supercharger digerakkan secara manual oleh crankshaft (proses penghisapan udara), dan berfungsi sejak awal putaran mesin (di bawah 1.750 rpm). Pada saat mesin berputar di 2.500 rpm, turbo dan superchargernya bahu membahu hingga supercharger berhenti bekerja di 3.500 rpm. Setelah itu, turbocharger meneruskan putaran mesinnya hingga batas maksimum putaran mesin.

Kinerja mesin yang kuat itu disandingkan dengan transmisi DSG 6-speed (Dual Clutch Gearbox). Ketika tuas transmisi di arahkan ke posisi S (sport), dan pedal ditekan rata dengan dek, Touran amat sigap melesat. Akselerasi 0-100 kpj saya catat 13 detik dengan kondisi tiga orang bertubuh besar “nongkrong” di dalam kabinnya. Catatan ini terpaut 3,3 detik dari klaim VW (9,7 detik untuk akselerasi 0-100 kpj). Sayangnya, ketika transmisi di arahkan ke posisi D, di putaran bawah mesin, tenaga seperti tertahan dan tidak mengalir sepenuhnya ke roda depan.

Di sisi lain, kinerja supercharger dan turbochargernya sangat halus, dan impresif. Saking halusnya, kita akan susah mendeteksi apakah supercharger atau turbochargernya yang bekerja. Yang terasa, mesinnya seperti tidak kehabisan nafas, dan terus membawa mobil berlari. Tak heran jika kami bisa memacunya hingga 200 kpj (dengan mudah).


Dalam hal pengendalian dan pengendaraan, suspensi Touran terasa keras di kecepatan rendah. Dikecepatan tinggi, suspensi yang keras ini diterjemahkan menjadi kontrol bodi yang baik saat menikung. Untuk pengendalian, kemudi Touran ringan di kecepatan rendah sehingga ramah terhadap lalu lintas kota Jakarta, dan memberat seiring kecepatan bertambah.

Kelebihan lainnya adalah kemampuan Touran memuat banyak penumpang (7-seaters), dan perangkat keamanan yang sangat melimpah: airbag pengemudi, penumpang depan, airbag tirai untuk penumpang depan dan penumpang di jok baris kedua, airbag samping untuk pengemudi dan penumpang depan. Ditambah pula dengan kehadiran ESP, BA, EDL (electronic differential lock), TCS (kontrol traksi).

Lalu, apa kelemahan Touran? Desain eksteriornya terkesan biasa saja untuk mobil seharga 395 juta. Selain itu, di sektor interior kami melihat penggunaan plastik yang terkesan murah (keras). Ini jelas mengundang kritik. Selain itu, pengaturan pelipatan jok baris kedua tidak praktis. Bahkan, untuk memuat banyak barang Anda harus rela mencabut jok baris kedua. Selain itu lapisan jok masih berbahan fabrics, dan tatanan audionya masih standar.

Jika kita bandingkan dengan Mazda5, Mitsubishi Grandis dan Nissan Serena (tiga MPV yang juga dijual di kisaran 300 juta), ketiga rivalnya asal Jepang ini memberikan fitur yang serupa dan dibeberapa sisi lebih unggul dari Touran, namun dijual dengan harga yang lebih murah.

Kelemahan lainnya adalah dari terbatasnya dealership VW di Indonesia. Tapi usah khawatir, dengan hadirnya MPV ini secara CKD maka sudah dapat dipastikan akan ada banyak ekspansi produk baru VW di Indonesia, sekaligus pengembangan dealernya.
Kesimpulannya, apakah mobil ini layak dimiliki? Jawabnya layak. Touran nyaman dan menyenangkan untuk dikemudikan. Ini masih ditambah dengan daya angkut dan ruang kabin yang cukup lega. Touran juga perhatian terhadap keselamatan kita dengan perangkat keselamatan aktif dan pasif yang melimpah. Kelemahannya hanya terlihat pada interior yang biasa-biasa saja. Jika Anda membeli Touran maka investasinya ada di mesin, gearbox, dan fitur keselamatan yang melimpah. Mudah-mudahan PT GMM sesegera mungkin memperbaiki kekurangan Touran, dan memperluas jaringan dealernya.
(Tulisan juga diterbitkan di Majalah Autocar Edisi Juli 2009)